Minggu, 02 Maret 2014

Laporan Morfistum "Daun"


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.            Latar Belakang
Tumbuhan merupakan salah satu penopang hidup manusia yang sangat penting. Di samping itu, tumbuhan juga memiliki peranan yang sangat penting untuk perkembangan mahluk hidup. Untuk itu mahasiswa diharapkan bisa meneliti morfologi dari pada berbagai jenis tumbuhan.
Daun merupakan bagian tumbuhan yang tumbuh dari batang, umumnya berbentuk tipis dan berwarna hijau. Warna hijau tersebut disebabkan adanya klorofil pada daun. Namun, ada juga daun yang berwarna kuning, merah, dan ungu.
Bagian-bagian daun yang utama adalah:
1.      Pelepah/upih daun (vagina);
2.      Tangkai daun (petioles);
3.      Helaian daun (lamina).
Daun yang memiliki ketiga bagian utama di atas disebut daun lengkap (folium completes), contohnya daun pisang dan daun bambu. Pada sebagian besar tumbuhan hanya terdiri dari 1 atau 2 bagian saja, daun seperti ini disebut daun tidak lengkap.
Yang termasuk daun yang tidak lengkap adalah:
1.      Daun bertangkai, adalah daun yang hanya mempunyai tangkai dan helaian daun, contohnya daun mangga.
2.      Daun duduk, adalah daun yang hanya terdiri dari helaian daun saja.
3.      Daun berupih, adalah daun yang hanya mempunyai upih daun dan helaian daun. Contohnya daun rumput-rumputan, daun padi, dan daun jagung.
4.      Daun yang terdiri dari tangkai saja, biasanya daun yang seperti ini melebar menyerupai helaian dain dan disebut phyllodia. Contohnya daun Oxalis bupleurifolis.


Berdasarkan jumlah tangkai anak daun dalam satu tangkai, daun dibedakan menjadi:
1.      Daun tunggal        : hanya memiliki satu helai daun disetiap tangkainya. Bagian dari batang yang menjadi tempat duduknya daun disebut nodus, dan sudut atas antara daun dan batang disebut ketiak daun.
2.      Daun majemuk      : memiliki beberapa helai daun di setiap tangkainya. Yaitu jika pada tumbuhan tersebut, tangkainya terlihat bercabang-cabang, dan baru pada cabang tangkai ini terdapat helaian daunnya.
Morfologi daun dibedakan berdasarkan:
1.      Bentuk daun
Bentuk daun dapat dibedakan menjadi 5 macam, yaitu:
a.       Bentuk bulat atau bundar. Contohnya teratai besar.
b.      Bentuk perisai. Contohnya daun jarak.
c.       Bentuk jorong. Contohnya daun nangka dan nyamplungan.
d.      Bentuk memanjang. Contohnya daun srikaya dan sirsak.
e.       Bentuk lanset. Contohnya daun kamboja.

2.      Bentuk tepi daun
Bentuk tepi daun dapat dibedakan menjadi:
a.       Rata;
b.      Bergerigi (serratus);
c.       Bergerigi ganda/rangkap (biserratus);
d.      Bergigi (dentalus);
e.       Beringgit (crenatus);
f.       Berombak (repandus).

3.      Bentuk permukaan daun
Bentuk permukaan daun bermacam-macam, antara lain:
a.       Tanpa rambut, licin;
b.      Berbulu pendek, lembut;
c.       Keriput;
d.      Berambut seperti wol, ikal.
4.      Susunan tulang daun
Susunan tulang daun antara lain:
a.       Menyirip
Tulang daun jenis ini memiliki susunan seperti sirip-sirip ikan, tersusun rapi mulai dari tangkai daun hingga ujung dari helai daun. Contoh tumbuhan yang memiliki jenis tulang seperti ini adalah tulang daun jambu, mangga, dan rambutan.

b.      Melengkung
Tulang daun melengkung berbentuk seperti garis-garis melengkung. Tulang daun jenis ini dapat kita temukan pada berbagai tumbuhan di lingkungan sekitar kita. Misalnya, tulang daun siri, gadung, dan genjer.

c.       Menjari
Tanaman ini mempunyai satu tulang daun yang besar dan bentuknya seperti jari-jari tangan manusia. Misalnya tulang daun pepaya, jarak, singkong, dan kapas.

d.      Sejajar
Tulang daun sejajar berbentuk seperti garis-garis sejajar, mulai dari pangkal daun hingga ujung daun. Tiap-tiap ujung tulang daun menyatu. Biasanya bentuk daunnya panjang-panjang. Misalnya, tulang daun tebu, padi, jagung, alang-alang, dan semua jenis rumput-rumputan.

1.2.            Tujuan Praktikum
1.2.1.      Tujuan Umum
1.      Mengenal berbagai jenis tumbuhan.
2.      Mendeskripsikan secara morfologis, berbagai jenis tumbuhan yang di jumpai.
3.      Mampu mengkomunikasikan hasil pengamatan yang dilakukan, baik secara lisan maupun tulisan dengan membuat makalah.

1.2.2.      Tujuan Khusus.
Mengenal dan menentukan ciri-ciri/karakter morfologi bebagai jenis daun.

BAB II
METODE PRAKTIKUM

2.1.            Alat dan Bahan yang Digunakan
1.      Alat yang digunakan:
a.       Pensil;
b.      Ballpoint;
c.       Penghapus.
2.      Bahan yang digunakan:
Bagian daun dari 3 jenis tumbuhan:
a.       Daun bayam;
b.      Daun asparagus bintang;
c.       Daun kelapa.

2.2.            Prosedur Praktikum
Mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 orang. Setiap kelompok mengamati dan menggambar bentuk daun dari 3 jenis tumbuhan yang diberikan. Pengamatan meliputi:
a.       Bagian-bagian daun (termasuk daun lengkap/tidak lengkap);
b.      Jumlah anak daun dalam satu tangkai (termasuk daun tunggal/majemuk);
c.       Bentuk daun;
d.      Bentuk tepi daun;
e.       Bentuk permukaan daun;
f.       Susunan tulang daun.


BAB III
HASIL PRAKTIKUM

3.1.            Tabel Hasil Praktikum
Nama Tumbuhan
Gambar Daun
Keterangan
Bayam
a.       Bagian-bagian daun (termasuk daun lengkap/tidak lengkap:
Daun bayam termasuk daun tidak lengkap.
b.      Jumlah anak daun dalam satu tangkai (termasuk daun tunggal/majemuk):
Daun bayam termasuk daun tunggal.
c.       Bentuk daun:
Bangun daun bayam bulat telur dengan bentuk ujung daun (apex) terbelah (retusus).
d.      Bentuk tepi daun:
Tepi daun pada daun bayam yaitu berombak dengan daging daun (intervenium) tipis lunak (herbaceus).
e.       Bentuk permukaan daun:
permukaan helaian daun berkerut (rugosus) dengan warna daun hijau tua.
f.       Susunan tulang daun:
Tipe pertulangan daun pada daun bayam adalah tipe pertulangan daun menyirip (penninervis).
Asparagus
a.       Bagian-bagian daun (termasuk daun lengkap/tidak lengkap:
Daun asparagus termasuk daun tidak lengkap.
b.      Jumlah anak daun dalam satu tangkai (termasuk daun tunggal/majemuk):
Daun asparagus termasuk daun tunggal.
c.       Bentuk daun:
Bentuk daun asparagus adalah berseling, tersebar, bentuk jarum (acerosus), panjang ± 1 cm.
d.      Bentuk tepi daun:
Bentuk tepi daun rata (interger) dan lurus seperti jarum kecil.
e.       Bentuk permukaan daun:
Bentuk permukaan daunnya licin (laevis), berwarna hijau.
f.       Susunan tulang daun:
Memiliki susunan tulang daun menjari, karena jika dilihat ujung tangkai daun keluar beberapa tulang daun yang memencar seperti jari.
Kelapa
a.       Bagian-bagian daun (termasuk daun lengkap/tidak lengkap:
Daun kelapa termasuk daun lengkap.
b.      Jumlah anak daun dalam satu tangkai (termasuk daun tunggal/majemuk):
Daun kelapa termasuk daun majemuk.
c.       Bentuk daun:
Bentuk daun kelapa adalah bangun garis (linieraris), yaitu pada penampang melintang pipih dan daun amat panjang, dengan ujung daun runcing (acutus).
d.      Bentuk tepi daun:
Bentuk tepi daun seperti pita (ligulatus) dengan daging daun seperti perkamen (perkamenteus) tipis tetapi cukup kaku.
e.       Bentuk permukaan daun:
Bentuk permukaan daun licin (leavis).
f.       Susunan tulang daun:
Bentuk tulang daun sejajar atau bertulang lurus (rectinervis).



BAB IV
PEMBAHASAN

4.1.            Bayam
·         Nama latin                          : Amarantus Spec div.
·         Nama daerah                      : Arum; Baya; Hayum; Jagur; Tarnak; Nadu
·         Deskripsi tanaman             :
        System pucuk                 :  Terdapat batang dan daun yang deluk pada buku atau internodus. Pada ketiak muncul kuncup aksilar dan pada ujung muncul kuncup internal.
        System akar                    :  Tunggang atau dikotil.
        Deskripsi tanaman          :  Tanaman bayam termasuk semak, berbatang tegak, bentuk bulat, warna hijau kekuningan.
        Tipe bangun daun          :  Daun bayam merupakan daun tidak lengkap karena tidak memiliki pelepah/upih daun (vagina). Bangun daun bulat telur dengan bentuk ujung daun (apex) terbelah (retusus). Pangkal daun (basis) pada bayam berbentuk tumpul. Tipe pertulangan daun pada daun bayam adalah tipe pertulangan daun menyirip (penninervis). Tepi daun pada daun bayam yaitu berombak dengan daging daun (intervenium) tipis lunak (herbaceus) dengan permukaan helaian daun berkerut (rugosus) dengan warna daun hijau tua. Pada tangkai daun bayam terdapat tunas dan di ujung/pucuk batang terdapat bunga yang berbentuk bulir bewarna hijau.
·         Habitat                                : Tumbuh liar dan sebagai tanaman budidaya, sebagai sayuran pada tanah lembab pada dataran rendah hingga 900 m dari permukaan laut.
·         Bagian tanaman yang digunakan          : Daun
·         Kandungan kimia              :  Protein; Lemak; Karbohidrat; Kalium; Zat besi; Amarantin; Rutin; Purin; Vitamin A, B, dan C.
·         Khasiat                                : Antipiretik; Sudorifik; Diuretik

4.2.            Asparagus
·         Nama latin                          : Asparagus officinalis L.
·         Keluarga                             : Liliaceae
·         Deskripsi tanaman             :
        System batang                :  Asparagus memiliki batang dalam tanah (rizoma), yang akan menumbuhkan rebung asparagus. Sementara batang yang tampak di luar tanah merupakan tempat tumbuhnya cabang, ranting dan daun. Sepintas tanaman asparagus penghasil rebung ini mirip dengan cemara. Namun tinggi tanaman hanya sekitar 1 m, dengan diameter batang hanya 1 cm.
        System daun                  :  Daun asparagus merupakan daun tidak lengkap karena tidak memiliki pelepah/upih daun (vagina). Daun asparagus majemuk, berseling, tersebar, bentuk jarum, panjang ± 1 cm, hijau.. Sepintas tanaman asparagus penghasil rebung ini mirip dengan cemara. Setelah mencapai ketuaan tertentu, maka daun asparagus akan dipanen dengan cara dipotong mulai bagian pangkal batangnya.
        System bunga                 :  Majemuk, di ketiak daun, benang sari silindris, panjang ± 1½ cm, kepala putik bentuk bintang, putih, mahkota putih kemerahan.
        System buah                   :  Kotak, bulat, masih muda hijau setelah tua coklat.
        System biji                     :  Bulat, diameter ± 5 mm, putih.
        System akar                    :  Serabut, putih kotor.
        System rebunng             :  Dalam satu rumpun asparagus, biasanya akan tumbuh 4  sampai dengan 5 batang tanaman (rebung). Rebung asparagus sebenarnya merupakan ujung rizoma yang akan tumbuh menjadi individu tanaman baru. Rebung ini berwarna putih ketika masih berada dalam tanah, kemudian berwarna hijau muda dengan pangkal agak kemerahan ketika sudah menyembul di permukaan tanah. Rebung asparagus berdiameter sedikit lebih besar dibanding dengan batang dewasanya. Panen umumnya dilakukan ketika rebung tersebut masih berada di dalam tanah. Warna rebung putih, masih sangat lunak dengan kulit yang juga lembut. Panjang rebung yang dipanen antara 15 sd. 20 cm.
·         Habitat                                : Di kawasan tropis, tanaman asparagus akan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan di kawasan sub tropis. Sebab di kawasan sub tropis, fotosintesis hanya akan terjadi selama musim panas. Sementara pada musim dingin, tanaman akan mengalami masa dorman (istirahat). Di kawasan tropis, tanaman akan berfotosintesis penuh sepanjang tahun.
·         Bagian tanaman yang digunakan    :  Daun yang berbentuk seperti jarum dan rebung.
·         Kandungan kimia              :  Rebung, daun, dan buah Asparagus officinalis mengandung saponin, di samping itu rebungnya juga mengandung tanin dan daunnya mengandung polifenol.
·         Khasiat                                : Rebung Asparagus officinalis berkhasiat sebagai obat beri-beri.


4.3.            Kelapa
·         Nama latin                          :  Cocos nucifera.
·         Deskripsi tanaman             :
        System akar                    :  Kelapa termasuk tumbuhan monokotil sehingga memiliki system akar serabut, yaitu jika akar lembaga dalam perkembagan selanjutnya mati, kemudian disususl oleh sejumlah akar yang kuarang lebih sama besar dan semuanya keluar dari pangkal batang.
        System batang                :  Kelapa mempunyai bentuk batang bulat ,dan permukaanya beralur–alur, dengan arah tumbuh batang teggak lurus, yaitu arahnya lurus ke atas .Sistem percabagan kelapa merupakan system percabagan monopodial, yaitu jika batang pokok selalu tampak jelas, karena lebih besra dan lebih panjang daripada batang lainnya.
        System daun                  :  Daun kelapa merupakan daun (folium completes) lengkap karena dilengkapi dengan pelepah/upih daun (vagina), tangkai daun (petioles), dan helaian daun (lamina). Daun kelapa termasuk daun majemuk menyirip genap, daun kelapa merupakan daun dengan bangun garis (linieraris), yaitu pada penampang melintang pipih dan daun amat panjang, dengan ujung daun runcing (acutus), tulang daun sejajar atau bertulang lurus (rectinervis), daging daun seperti perkamen (perkamenteus) tipis tetapi cukup kaku dan permukaan daun licin (laevis).
        Buah                               :  Buah kelapa termasuk ke dalam buah batu, buah jenis ini mempunyai kulit buah yang terdiri dari 3 lapisan kulit yaitu: Kulit luar (exocarpium) yang tipis berjangat biasanya tipis mengkilat. Kulit tengah (mesocarpium) yang tebal berserabut. Kulit dalam (endocarpium) yang cukup tebal keras dan berkayu. Lapisan ini sangat kuat seperti batu karena ada lapisan inilah buah tersebut disebut buah batu.
        Bunga                             :  Bunga kelapa termasuk ke dalam bunga majemuk (anthostaxis). Tandan bunganya, yang disebut mayang (sebetulnya nama ini umum bagi semua bunga palma), dipakai orang untuk hiasan dalam upacara perkawinan dengan simbol tertentu. Bunga betinanya, disebut bluluk (bahasa Jawa), dapat dimakan. Cairan manis yang keluar dari tangkai bunga, disebut (air) nira atau legèn (bhs. Jawa), dapat diminum sebagai penyegar atau difermentasi menjadi tuak.
·         Bagian tanaman yang digunakan          : Seluruh bagian tanaman.



BAB V
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan tentang morfologi daun pada tumbuhan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.             Daun bayam
Daun bayam termasuk daun yang tidak lengkap dan termasuk daun tunggal (hanya ada satu anak daun dalam satu tangkai). Bangun daun bayam adalah bulat telur dengan bentuk ujung daun (apex) terbelah (retusus). Bentuk tepi daunnya berombak dengan daging daun (intervenium) tipis lunak (herbaceus), permukaan helaian daun berkerut (rugosus) dengan warna daun hijau tua, dan tipe pertulangan daunnya adalah menyirip (penninervis).

2.             Daun asparagus
Daun asparagus merupakan daun tidak lengkap dan termasuk daun majemuk (terdapat banyak anak daun dalam satu tangkai). Bentuk daun asparagus adalah berseling, tersebar, bentuk jarum (acerosus), panjang ± 1 cm dengan bentuk tepi daun rata (interger) dan lurus seperti jarum kecil; bentuk permukaan daun licin (laevis), berwarna hijau; serta memiliki susunan tulang daun menjari, karena jika dilihat ujung tangkai daun keluar beberapa tulang daun yang memencar seperti jari.

3.             Daun kelapa
Daun kelapa merupakan daun lengkap dan termasuk daun majemuk (terdapat banyak anak daun dalam satu tangkai). Bentuk daun kelapa adalah bangun garis (linieraris), yaitu pada penampang melintang pipih dan daun amat panjang, dengan ujung daun runcing (acutus). Bentuk tepi daunnya seperti pita (ligulatus) dengan daging daun seperti perkamen perkamenteus) tipis tetapi cukup kaku, bentuk permukaan daun licin (leavis). Dan bentuk tulang daun sejajar atau bertulang lurus (rectinervis).


DAFTAR PUSTAKA

Erna Cahyaningsih, S.Si, Apt., dkk. 2012. Penuntun Praktikum Morfologi dan Fisiologi Tumbuhan. Denpasar, Akademi Farmasi Saraswati denpasar.
Internet: Artikel Tentang Bayam. Available at www.google.int/agr, 16 – 10 – 2012.
Internet: Pedoman Budidaya Bayam. Available at www.google.int/agr, 16 – 10 – 2012.
Internet: Dekripsi Kelapa dan Mangga. Available at www.google.int/agr, 16 – 10 – 2012.
Internet: Deskripsi Tanaman Bayam. Available at www.google.int/agr, 16 – 10 – 2012.
Internet: Peluang Usaha Budidaya Asparagus. Available at www.google.int/agr, 16 – 10 – 2012.
Internet: Forum Kerjasama Agribisnis. Available at www.google.int/agr, 16 – 10 – 2012.
Internet: Asparagus (Asparagus officinalis L.). Available at www.google.int/agr, 16 – 10 – 2012.


1 komentar:

  1. Makasih ya atas informasi yang diberikan sangat bermanfaat gan...
    Salam kenal gan dari membuat Manisan kolang kaling

    BalasHapus