Minggu, 02 Maret 2014

Laporan Morfistum "Buah"


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.            Latar Belakang
Jika penyerbukan pada bunga telah terjadi dan kemudian didikuti oleh pembuahan, maka bakal buah akan tumbuh menjadi buah, dan bakal biji yang terdapat dalam bakal buah akan tumbuh menjadi biji.
Umumnya segera setelah terjadi penyerbukan dan pembuahan, bagian-bagian bunga selain bakal buah akan layu dan gugur. Tangkai dan kepala putik pun akan gugur seperti halnya bagian-bagian bunga yang lain.
Tetapi ada kalanya bagian bunga selain bakal buah ikut tumbuh menjadi bagian dari suatu buah. Bagian-bagian bunga yang tidak gugur, melainkan ikut tumbuh dan tinggal pada buah. Biasanya tidak mengubah bentuk dan sifat buah itu sendiri. Jadi tidak merupakan suatu bagian buah yang penting. Bagian-bagian tersebut antara lain:
a.         Daun pelindung
b.         Daun-daun kelopak
c.         Tangkai kepala putik
d.        Kepala putik
Penggolongan buah pada tumbuhan:
1.         Buah sejati atau buah telanjang
Buah yang hanya terjadi dari bakal buah dan jika ada bagian bunga lainnya yang masih tinggal, maka bagian ini tidak merupakan bagian buah yang berarti. Penggolongan buah sejati, yaitu:
a.       Buah sejati tunggal
Buah sejati yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah saja, dapat berisi satu biji atau lebih, dapat tersusun dari satu atau lebih daun buah dengan satu atau banyak ruangan. Buah sejati tunggal dapat dibedakan lagi menjadi:
1.)    Buah sejati tunggal yang kering
Buah sejati yang bagian luarnya keras dan mengayu seperti kulit yang kering. Buah sejati tunggal kering dapat dibedakan lagi dalam:
·          Buah sejati tunggal kering yang hanya mengadung satu biji
Biasanya buah ini kalau masak tidak pecah (indehiscens). Penggolongan buah ini yaitu:
       Buah padi (caryopsis)
Yaitu buah berdinding tipis, mengandung satu biji, dan kulit buah berlekatan dengan kulit biji, dan kulit biji ini kadang-kadang berlekatan pula dengan bijinya.
       Buah kurung (achenium)
Yaitu buah berbiji satu, tidak pecah, dinding buahnya tipis berdampingan dengan kulit biji tetapi tidak berlekatan.
       Buah keras (nux).
Yaitu buah seperti buah kurung yang sering kali hanya dibedakan dari buah kurung karena buah ini mempunyai kulit buah yang kaku atau keras berkayu.

·          Buah sejati tunggal kering yang mengadung lebih dari satu biji
Jika masak, buah ini dapat pecah menjadi beberapa bagian buah (mericarpia), atau pecah sedemikian rupa hingga biji terlepas (dapat meninggalkan buahnya), terdiri dari:
       Buah berbelah (schizocarpium)
Mempunyai dua ruang atau lebih, dan tiap ruang berisi biji. Jika masak, buah pecah menjadi beberapa bagian, dan tiap bagian buah mempunyai sifat seperti buah kurung atau buah keras. Jadi, biji tetap di dalam ruangan, tidak dapat ke luar. Buah berbelah dapat dibedakan menjadi buah berbelah dua (diachenium), buah berbelah tiga (triachenium), buah berbelah empat (tetrachenium), buah bebelah banyak (polyachenium).
       Buah kendaga (rhegma)
Bersifat seperti buah berbelah, tetapi tiap bagian buah kemudian pecah lagi, sehingga biji dapat terlepas dari biliknya. Terdiri dari buah berkendaga dua, berkendaga tiga, berkendaga lima, dan berkendaga banyak.


       Buah kotak
Mengandung banyak biji dan terdiri atas satu atau beberapa daun buah jika masak lalu pecah, tetapi kulit buah yang pecah itu sampai lama melekat pada tangkai buah. Buah kotak terdiri dari buah bumbung (foliculus), buah polong (legumen), buah lobak atau polong semu (siliqua), dan buah kotak sejati (capsula).

2.)    Buah sejati tunggal yang berdaging
Penggolongan buah sejati tunggal yang berdaging, terdiri dari:
·          Buah buni (bacca)
Buah yang dindingnya mempunyai dua lapisan, yaitu lapisan luar yang tipis agak menjagat atau kaku seperti kulit dan lapisan dalam yang tebal lunak dan berair, seringkali dapat dimakan. Biji-bijinya terdapat bebas di dalam bagian yang lunak. Dapat terdiri dari satu atau beberapa ruang. Golongan buah buni, yaitu:
       Buah buni yang berdinding tebal dan dapat dimakan
       Buah buni yang kulit buahnya tidak begitu tebal, agak kaku seperti kulit, tidak lunak dan tidak berdaging, biji terdapat bebas didalamnya.

·          Buah mentimun (pepo)
Kulit buah bagian luar lebih tebal dan kaku dibandingkan dengan buah buni. Ruang buah selain berisi biji-biji dalam jumlah besar, juga masih mempunyai bagian yang kosong.

·          Buah jeruk (hesperidium)
Dapat dianggap sebagai suatu variasi dari golongan buah buni. Kulit buahnya mempunyai tiga lapisan, yaitu:
       Lapisan luar (flavedo): kaku, mengandung banyak kelenjar minyak atsiri.
       Lapisan tengah (albedo): seperti spom, terdiri atas jaringan bunga karang yang biasanya berwarna putih.
       Lapisan dalam: bersekat-sekat hingga terbentuk beberapa ruangan. Dalam ruangan ini terdapat gelembung-gelembung yang berair dan bijinya terdapat bebas di antara gelembung-gelembung ini.

·          Buah batu (drupa)
Kulit buah ini tertiri dari tiga lapisan, yaitu:
       Lapisan luar (exocarpium atau epicarpium), tipis menjangat, biasanya licin mengkilat.
       Kulit tengah (mesocarpium), tebal berdaging atau berserabut, kalau berdaging sering kali dapat dimakan.
       Kulit dalam (endocarpium), cukup tebal, keras dan berkayu, kadang-kadang amat keras seperti batu.

·          Buah delima
Kulit buah lapisan luar kaku atau hamper mengayu, lapisan dalamnya tipis, licin, mempunyai beberapa ruang dengan biji-biji yang mempunyai salut biji (arilus). Biji terdapat bebas dalam ruang-ruang tadi.

·          Buah apel
Seperti buah batu dengan kulit luar yang tipis tapi cukup kuat seperti kulit, kulit tengahnya tebal, lunak dan berair, biasanya dapat dimakan. Mempunyai beberapa ruangan, tiap ruangan mengandung satu biji.


b.      Buah sejati ganda
Yaitu buah yang terjadi dari satu bunga dengan banyak bakal buah yang masing-masing bebas, dan kemudian tumbuh menjadi buah sejati, tapi kesemuanya tetap berkumpul pada satu tangkai. Penggolongan buah sejati ganda, terdiri dari:
1.)    Buah kurung ganda
Dalam badan yang berasal dari dasar bunganya yang berbentuk periuk terdapat banyak buah-buah kurung.
2.)    Buah batu ganda
Bunganya mempunyai banyak bakal buah yang kemudian masing-masing tumbuh menjadi buah batu.
3.)    Buah bumbung ganda
Berasal dari bunga dengan beberapa bakal buah yang masing-masing tumbuh menjadi buah bumbung.
4.)    Buah buni ganda
Berasal dari bunga dengan beberapa bakal buah yang masing-masing tumbuh menjadi buah buni.

c.       Buah sejati majemuk
Berasal dari suatu bunga majemuk, merupakan kumpulan banyak buah yang masing-masing berasal dari satu bunga. Kadang-kadang buah majemuk nampaknya seperti satu buah saja. Penggolongan buah sejati majemuk, terdiri atas:
1.)    Buah buni majemuk
Jika bakal buah masing-masing bunga dalam bunga majemuk membentuk suatu buah buni.
2.)    Buah batu majemuk
Masing-masing buah mempunyai kulit buah dengan tiga lapisan seperti kelapa, yaitu lapisan tengah yang berserabut hingga dapat terapung.
3.)    Buah kurung majemuk
Terdiri atas bunga-bunga mandul di tepid an bunga yang subur di tengah, dan karena tiap bunga yang subur setelah penyerbuka atau pembuahan berubah menjadi sebuah buah kurung, maka seluruh bunga sksn berubah menjadi suatu buah kurung majemuk.


2.         Buah semu atau buah tertutup
Yaitu buah yang terbentuk dari bakal buah beserta bagian-bagian lain pada bunga, di mana bagian lain tersebut malah menjadi bagian utama pada buah ini (lebih besar, lebih menarik perhatian, dan seringkali merupakan bagian buah yang bermanfaat dan dapat dimakan), sedangkan buah yang sesungguhnya kadang-kadang tersembunyi. Penggolongan buah semu atau buah tertutup, yaitu:
a.       Buah semu tunggal
Terbentuk dari satu bunga dengan satu bakal buah. Selain bakal buah, ada bagian lain pada bunga tersebut yang ikut membentuk buah.
b.      Buah semu ganda
Terbentuk dari satu buang yang memiliki lebih dari satu bakal buah yang bebas satu sama lain, dan kemudian masing-masing dapat tumbuh menjadi buah. Tetapi di samping itu, ada bagian lain dari bunga yang juga ikut tumbuh dan merupakan bagian buah yang mencolok (deringkali berguna).
c.       Buah semu majemuk
Yaitu buah semu yang terbentu dari bunga majemuk, tetapi dari luar secara keseluruhan tampak seperti satu buah saja.

Setelah terjadi penyerbukan yang diikuti pembuahan, bakal buah tumbuh menjadi buah dan bakal biji tumbuh menjadi biji. Bagi tumbuhan biji (spermatophyta), biji merupakan alat perkembangbiakan yang utama, karena biji mengandung calon tumbuhan baru.
Pada biji umumnya dapat dibedakan bagian-bagian berikut:
1.         Kulit biji (spermodermis)
Berasal dari selaput bakal biji (integumentum).
a.       Kulit biji dari tumbuhan biji tertutup (angiospermae) terdiri atas dua lapisan, yaitu:
1.)    Lapisan kulit luar (testa)
Sifatnya bermacam-macam, yaitu tipis, kaku seperti kulit, dank eras seperti kayu atau batu. Warnanya bermacam-macam seperti merah, biru, pirang, kehijau-hijauan. Permukaannya ada yang licin rata dan yang keriput. Berfungsi sebagai pelindung utama bagi bagian biji yang ada di dalam.
2.)    Lapisan kulit dalam (tegmen)
Biasanya tipis seperti selaput, seringkali dinamakan juga kulit ari.

b.      Kulit biji dari tumbuhan biji telanjang (gymnospermae) terdiri atas tiga lapisan, yaitu:
1.)    Kulit luar (sarcotesta)
Biasanya tebal berdaging, dan saat masih muda berwarna hijau kemudian berubah menjadi kuning dan akhirnya merah.
2.)    Kulit tengah (sclerostesta)
Suatu lapisan yang kuat dank eras, berkayu, menyerupai kulit dalam (endocarpium) pada suatu buah batu.
3.)    Kulit dalam (endotesta)
Biasanya tipis seperti selaput, seringkali melekat erat pada inti biji.
Pada kulit luar biji berbagai jenis tumbuhan, dapat ditemukan bagian-bagian lain, misalnya sayap, bulu, salut biji, salut biji semu, pusar biji, liang biji, berkas-berkas pembuluh pengangkutan, dan tulang biji.
2.         Tali pusar (funiculus)
Merupakan bagian yang menghubungkan biji dengan tembuni. Jadi, tali pusar merupakan tangkainya biji. Jika biji masak, biasanya biji terlepas dari tali pusarnya (tangkai biji), dan pada biji hanya akan tampak bekasnya yang dikenal sebagai pusar biji.


3.         Inti biji atau isi biji (nucleus seminis)
Yaitu semua bagian biji yang terdapat di dalam kulitnya, oleh karena itu inti biji juga dapat dinamakan isi biji. Inti biji terdiri dari:
a.       Lembaga (embryo)
Merupakan calon tumbuhan baru yang nantinya akan tumbuh menjadi tumbuhan baru. Lembaga di dalam biji telah memperlihatkan ketiga bagian utama tumbuhan, yaitu:
1.)    Akar lembaga atau calon akar (radicula)
Akar lembaga akan tumbuh terus menjadi akar tunggang (untuk tumbuhan dikotil) dan ujungnya menghadap ke arah liang biji. Pada perkecambahan biji, akar lembaga akan tumbuh menembus kulit biji dan keluar melalui liang biji.
2.)    Daun lembaga (cotyledon)
Merupakan daun pertama suatu tumbuhan. Fungsinya sebagai tempat penimbung makanan, alat untuk asimilasi, sebagai alat penghisap makanan untuk lembaga dari putih lembaga. Tumbuhan yang hanya mempunyai satu daun lembaga disebut tumbuhan biji tunggal (monokotil). Sedangkan tumbuhan yang lembaganya mempunyai dua daun lembaga disebut tumbuhan biji belah (dikotil). Dan tumbuhan yang memiliki lebih dari dua daun lembaga terdapat pada golongan tumbuhan biji telanjang (gymnospermae).
3.)    Batang lembaga (cauliculus)
Batang lembaga dibedakan menjadi dua bagian, yaitu:
·           Ruas batang di atas daun lembaga (internodium picotylum)
·           Ruas batang di bawah daun lembaga (intermodium hypocotylum)
Batang lembaga beserta calon-calon daun merupakan bagian lembaga yang dinamakan pucuk lembaga (plumula).
b.      Putih lembaga (albumen)
Bagian biji yang terdiri atas suatu jaringan yang menjadi tempat cadangan makanan bagi lembaga. Tidak semua biji mempunyai putih lembaga.


1.2.          Tujuan Praktikum
1.2.1.    Tujuan Umum
1.        Mengenal berbagai jenis tumbuhan.
2.        Mendeskripsikan secara morfologis, berbagai jenis tumbuhan yang di jumpai.
3.        Mampu mengkomunikasikan hasil pengamatan yang dilakukan, baik secara lisan maupun tulisan dengan membuat makalah.

1.2.2.    Tujuan Khusus
Mengenal dan menentukan ciri-ciri/karakter morfologi bebagai jenis buah dan biji.

BAB II
METODE PRAKTIKUM

1.1.      Alat dan Bahan yang Digunakan
1.      Alat yang digunakan:
a.       Pensil;
b.      Ballpoint;
c.       Penghapus;
d.      Loup;
e.       Pisau.
2.      Bahan yang digunakan:
Buah dari 3 jenis tumbuhan:
a.       Buah ceremai;
b.      Buah mengkudu;
c.       Buah beringin.

2.2.      Prosedur Praktikum
Mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 orang. Setiap kelompok mengamati dan menggambar bentuk bunga dari 3 jenis tumbuhan yang diberikan. Pengamatan meliputi:
a.       Jenis buah
b.      Bagian-bagian buah
c.       Bagian-bagian biji

d.       
BAB III
HASIL PRAKTIKUM

3.1.          Tabel Hasil Praktikum
Nama Tumbuhan
Gambar Buah dan Biji
Keterangan
Ceremai
a.         Buah:


b.         Biji:
a.         Jenis buah:
Buah sejati tunggal berdaging, yaitu buah buni yang berdinding tebal
b.         Bagian-bagian buah:
           Exocarpium
           Mesocarpium
           Endocarpium
c.         Bagian-bagian biji:
           Kulit biji (spermodermis)
           Inti biji atau isi biji (nucleus seminis)
           Tali pusar atau tangkai biji (foeniculus)
Mengkudu
a.         Buah:


b.         Biji:
a.         Jenis buah:
Buah sejati ganda, yaitu buah buni ganda.
b.         Bagian-bagian buah:
           Exocarpium
           Mesocarpium
           Endocarpium
c.         Bagian-bagian biji:
           Kulit biji (spermodermis)
           Inti biji atau isi biji (nucleus seminis)
           Tali pusar atau tangkai biji (foeniculus)
Beringin
a.         Buah:


b.         Biji

a.         Jenis buah:
Buah semu majemuk, yaitu dasar bunga berbentuk periuk menjadi buah.
b.         Bagian-bagian buah:
           Exocarpium
           Mesocarpium
           Endocarpium
c.         Bagian-bagian biji:
           Kulit biji (spermodermis)
           Inti biji atau isi biji (nucleus seminis)
           Tali pusar atau tangkai biji (foeniculus)



BAB IV
PEMBAHASAN

4.1.   Ceremai
Nama umum
Indonesia        :  Ceremai, cereme
Inggris             :  Otaheite gooseberry, malay gooseberry
Melayu            :  Cermai
Pilipina            :  Ma-yom

Klasifikasi
Kingdom         :  Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    :  Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi    :  Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi               :  Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               :  Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas        :  Rosidae
Ordo                :  Euphorbiales
Famili              :  Euphorbiaceae
Genus              :  Phyllanthus
Spesies            :  Phyllanthus acidus (L.) Skeells


Morfologi ceremai :
Hibitus            :  Tumbuhan berbentuk pohon, berumur panjang (perenial), tinggi ± 10 m.
Batang             :  Batang aerial, berkayu, silindris, tegak, warna cokelat kotor, bagian dalam solid, kulit tebal, permukaan kasar, percabangan simpodial.
Daun               :  Daun tunggal, bertangkai pendek, tersusun berseling (alternate), warna hijau muda, bentuk bulat telur, panjang 2 - 7 cm, lebar 1,5 - 2 cm, helaian daun tipis tegar, ujung runcing, pangkal tumpul (obtusus), tepi rata, pertulangan menyirip (pinnate), tidak memiliki daun penumpu, permukaan halus, tidak pernah meluruh.
Bunga              :  Bunga majemuk, bentuk tandan (racemus), muncul di sepanjang batang dan cabang, kelopak berbentuk bintang (stellatus), mahkota berwarna merah muda
Buah                :  Buah batu (drupa), bulat, panjang 1,2 - 1,5 cm, warna kuning muda, rasanya asam. Termasuk golongan buah sejati tunggal berdaging karena dinding buahnya mempunyai lapisan luar yang tipis dan agak menjangat atau kaku seperti kulit dan lapisan dalamnya tebal, lunak, dan berair.
Biji                  :  Biji bulat pipih, berwarna cokelat muda, terdapat di dalam bagian yang lunak.
Akar                :  Tunggang.


4.2.   Mengkudu
   
Nama umum
Indonesia        :  Mengkudu, pace, cengkudu, bentis
Inggris             :  Noni
Pilipina            :  Noni, Bankoro, Apatot
Cina                 :  Ji shu

Klasifikasi
Kingdom         :  Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    :  Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi    :  Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi               :  Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               :  Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas        :  Asteridae
Ordo                :  Rubiales
Famili              :  Rubiaceae (suku kopi-kopian)
Genus              :  Morinda
Spesies            :  Morinda citrifolia L.

Morfologi mengkudu :
Hibitus            :  Tanaman perdu liar yang banyak tumbuh di ladang, pantai maupun pekarangan. Pohonnya tumbuh membengkok dengan ketinggian antara 4 – 8 m. Cabangnya banyak dengan bentuk ranting bersegi empat.
Batang             :  Batang bengkok-bengkok, berdahan kaku, kasar, Kulit batang cokelat keabu-abuan atau cokelat kekuning-kuniangan, berbelah dangkal, tidak berbulu,anak cabangnya bersegai empat. Tajuknya suklalu hijau sepanjang tahun.
Daun               :  Berdaun tebal mengkilap. Daun mengkudu terletak berhadap-hadapan. Ukuran daun besar-besar, tebal, dan tunggal. Bentuknya jorong-lanset, berukuran 15-50 x 5-17 cm. tepi daun rata, ujung lancip pendek. Pangkal daun berbentuk pasak. Urat daun menyirip. Warna hiaju mengkilap, tidak berbulu. Pangkal daun pendek, berukuran 0,5-2,5 cm. ukuran daun penumpu bervariasi, berbentuk segitiga lebar
Bunga              :  Perbungaan mengkudu bertipe bonggol bulat, bergagang 1-4 cm. Bunga tumbuh di ketiak daun penumpu yang berhadapan dengan daun yang tumbuh normal. Bunganya berkelamin dua. Mahkota bunga putih, berbentuk corong, panjangnya bisa mencapai 1,5 cm. Benang sari tertancap di mulut mahkota. Kepala putik berputing dua. Bunga itu mekar dari kelopak berbentuk seperti tandan. Bunganya putih, harum.
Buah                :  Buah mengkudu termasuk buah sejati ganda yaitu buah buni ganda karena berasal dari bunga dengan beberapa bakal buah yang masing-masing tumbuh menjadi buah buni. Kelopak bunga tumbuh menjadi buah bulat lonjong sebesar telur ayam bahkan ada yang berdiameter 7,5-10 cm. Permukaan buah seperti terbagi dalam sel-sel poligonal (segi banyak) yang berbintik-bintik dan berkutil. Mula-mula buah berwarna hijau, menjelang masak menjadi putih kekuningan. Setelah matang, warnanya putih transparan dan lunak. Daging buah tersusun dari buah-buah batu berbentuk piramida, berwarna cokelat merah. Buahnya banyak dalam tiap ranting. berbentuk bulat lonjong dengan panjang antara 5-10 cm. Daging buahnya tebal dan banyak mengandung air.
Biji                  :  Bijinya berwarna cokelat kehitaman.
Akar                :  Akar tunggang yang tertancap dalam.

4.3.   Beringin
 
Nama umum
Indonesia        :  Beringin, waringin, caringin (Sunda), ringin (Jawa)
Inggris             :  Weeping fig, benjamin tree, banyan tree, golden fig, java fig
Vietnam          :  Cây sanh
Thailand          :  Sai yoi
Cina                 :  Bai rong, chui ye rong
Jepang             :  Shidare gajumaru

Klasifikasi
Kingdom         :  Plantae (Tumbuhan
Subkingdom    :  Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi    :  Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi               :  Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               :  Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas        :  Dilleniidae
Ordo                :  Urticales
Famili              :  Moraceae (suku nangka-nangkaan)
Genus              :  Ficus
Spesies            :  Ficus benjamina L.

Morfologi beringin:
Hibitus            :  Pohon, tinggi 20-25 m Batang Tegak, bulat, percabangan simpodial, permukaan kasar, pada batang tumbuh akar gantung, coklat kehitaman.
Batang             :  Tunggal, bersilang berhadapan, lonjong, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 3-6 cm, lebar 2-4 cm, bertangkai pendek, pertulangan menyirip, hijau.
Daun               :  Tunggal, bersilang berhadapan, lonjong, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 3-6 cm, lebar 2-4 cm, bertangkai pendek, pertulangan menyirip, hijau.
Bunga              :  Tunggal, di ketiak daun, tangkai silindris, kelopak bentuk corong, hijau, benang sari dan putik halus, kuning, mahkota bulat, halus, kuning kehijauan
Buah                :  Buah beringin termasuk buah semu majemuk, yaitu dasar bunga yang berbentuk periuk menjadi buah karena terbentuk dari bunga majemuk, tetapi dari luar secara keseluruhan tampak seperti satu buah saja. Bentuknya bulat, panjang 0,5-1 cm, masih muda hijau setelah tua merah.
Biji                  :  Bulat, keras, putih.
Akar                :  Tunggang, coklat


BAB V
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan tentang morfologi bunga pada tumbuhan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.         Ceremai
Ceremai termasuk jenis buah sejati tunggal berdaging, yaitu buah buni yang berdinding tebal karena dinding buahnya mempunyai lapisan luar yang tipis dan agak menjangat atau kaku seperti kulit dan lapisan dalamnya tebal, lunak, dan berair.
Bagian-bagian buah ceremai:
           Exocarpium
           Mesocarpium
           Endocarpium
Bagian-bagian biji buah ceremai:
           Kulit biji (spermodermis)
           Inti biji atau isi biji (nucleus seminis)
           Tali pusar atau tangkai biji (foeniculus)
2.         Mengkudu
Mengkudu termasuk jenis buah sejati ganda, yaitu buah buni ganda karena berasal dari bunga dengan beberapa bakal buah yang masing-masing tumbuh menjadi buah buni.
Bagian-bagian buah mengkudu:
           Exocarpium
           Mesocarpium
           Endocarpium
Bagian-bagian biji mengkudu:
           Kulit biji (spermodermis)
           Inti biji atau isi biji (nucleus seminis)
           Tali pusar atau tangkai biji (foeniculus)
3.      Beringin
Beringin termasuk jenis buah semu majemuk, yaitu dasar bunga berbentuk periuk menjadi buah karena terbentuk dari bunga majemuk, tetapi dari luar secara keseluruhan tampak seperti satu buah saja.
Bagian-bagian buah beringin:
           Exocarpium
           Mesocarpium
           Endocarpium
Bagian-bagian biji beringin:
           Kulit biji (spermodermis)
           Inti biji atau isi biji (nucleus seminis)
           Tali pusar atau tangkai biji (foeniculus)



DAFTAR PUSTAKA

Erna Cahyaningsih, S.Si, Apt., dkk. 2012. Penuntun Praktikum Morfologi dan Fisiologi Tumbuhan. Denpasar, Akademi Farmasi Saraswati denpasar.
Internet: Informasi Spesies Ceremai. Available at www.google.int/agr, 3 – 11 – 2012.
Internet: Informasi Spesies Mengkudu. Available at www.google.int/agr, 3– 11 – 2012.
Internet: CCRC Farmasi UGM Berbagi Ilmu dan Aplikasi Kemoprevensi. Available at www.google.int/agr, 3 – 11 – 2012.
Internet: Informasi Spesies Beringin. Available at www.google.int/agr, 3 – 11 – 2012.


1 komentar: