Minggu, 02 Maret 2014

Laporan Morfistum "Bunga"


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.            Latar Belakang
Bunga adalah penjelmaan suatu tunas (batang dan daun-daun) yang bentuk, warna, dan susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan sehingga pada bunga ini dapat berlangsung penyerbukan dan pembuahan. Bunga merupakan alat perkembangbiakan generatif bagi tumbuhan berbiji.
Berdasarkan jumlah bunga pada suatu tumbuhan, maka dapat dibedakan:
1.      Tumbuhan berbunga tunggal (planta uniflora)
Jika suatu tumbuhan hanya mempunyai satu bunga saja, biasanya bunga itu terdapat pada ujung batang. Contohnya: bunga coklat.

2.      Tumbuhan berbunga banyak (planta multiflora)
Jika suatu tumbuhan mempunyai banyak bunga, biasanya bunga itu sebagian terdapat pada ujung batang atau cabang-cabang dan sebagian pada ketiak daun. Letak bunga dapat terpencar atau terpisah-pisah. Contohnya: kembang sepatu.
Letak bunga berkumpul membentuk suatu rangkaian dengan susunan yang beraneka ragam. Suatu rangkaian bunga dinamakan pula bunga majemuk (inflorescentia). Contohnya: kembang merak.
Bagian-bagian pada suatu bunga majemuk:
1.      Bagian-bagian yang bersifat seperti batang atau cabang, yaitu:
a.       Ibu tangkai bunga (pendunculus, penduculus communis atau rhachis)
Bagian yang biasanya merupakan terusan batang atau cabang yang mendukung bunga majemuk tersebut. Ibu tangkai dapat bercabang, dan cabang-cabangnya bercabang lagi, dapat pula sama sekali tidak bercabang.
b.      Tangkai bunga (pedicellus)
Cabang ibu tangkai yang mendukung bunganya.
c.       Dasar bunga (receptaculum)
Ujung tangkai bunga yang mendukung bagian bagian bunga lainnya.

2.      Bagian-bagian yang bersifat seperti daun, yaitu:
a.       Daun daun pelindung (bractea)
Bagian-bagian serupa daun yang dari ketiaknya muncul cabang-cabang ibu tangkai atau tangkai bunganya.
b.      Daun bertangkai (bracteole)
Satu atau dua daun kecil yang terdapat pada tangkai bunga.
c.       Seludang bunga (spatha)
Daun pelindung yang besar, sering kali menyelubungi seluruh bunga majemuk saat belum mekar. Misalnya: bunga kelapa.
d.      Kelopak tambahan (epicalyx)
Bagian-bagian serupa daun yang berwarna hijau, tersusun dalam suatu lingkaran dan terdapat di bawah kelopak. Misalnya pada bunga kembang sepatu.
e.       Daun-daun kelopak (sepalae)
f.       Daun-daun mahkota atau daun tajuk (petalae)
g.      Daun-daun tenda bunga (tepalae L.)
Jika kelopak dan mahkota sama bentuk dan warnanya.
h.      Benang-benang sari (stamina)
i.        Daun-daun buah (carpella)
Bunga majemuk dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu:
1.      Bunga majemuk tak terbatas (inflorescentia racemes, inflorescentia botryoides atau inflorescentia centripetala.
a.       Ibu tangkai dapat tumbuh terus.
b.      Cabangnya dapat bercabang lagi atau tidak.
c.       Bunga mekar berturut-turut dari bawah ke atas.
2.      Bunga majemuk terbatas (inflorescetiacymosa, atau inflorescentia centrifuga, inflorescentia definita).
a.       Ujung ibu tangkainya selalu ditutup dengan suatu bunga, jadi ibu tangkai mempunyai pertumbuhan yang terbatas.
b.      Ibu tangkai dapat bercabang-cabang dan setiap cabang mendukung suatu bunga pada ujungnya.
c.       Bunga yang mekar lebih dulu adalah bunga yang terdapat di sumbu pokok atau ibu tangkainya, jadi dari tengah ke pinggir (jika dilihat dari atas).

3.      Bunga majemuk campuran (inflorescentia mixta)
a.       Memperlihatkan sifat-sifat bunga majemuk terbatas maupun sifat majemuk tak terbatas.
Bagian-bagian dari bunga memiliki fungsi masing-masing, bagian-bagian bunga meliputi:
1.      Tangkai bunga (pedicellus)
Bagian bunga yang masih jelas bersifat batang, padanya seringkali terdapat daun-daun peralihan, yaitu bagian-bagian yang menyerupai daun, berwarna hijau, yang seakan-akan merupakan peralihan dari daun biasa ke hiasan bunga.
2.      Dasar bunga (receptaculum)
Ujung tangkai yang seringkali melebar, dengan ruas-ruas yang amat pendek, sehingga daun-daun yang telah mengalami metamorfosis menjadi bagian-bagian bunga yang duduk amat rapat satu sama lain, bahkan biasanya selalu tampak duduk dalam satu lingkaran.
3.      Hiasan bunga (perianthium)
Bagian bunga yang merupakan penjelmaan daun yang masih tampak berbentuk kembaran dengan tulang-tulang daun yang masih jelas. Terdiri dari dua bagian yang masing-masing duduk dalam satu lingkaran, yaitu:
a.       Kelopak (kalyx)
Bagian hiasan bunga yang merupakan lingkaran luar, biasanya berwarna hijau, berfungsi sebagai pelindung bunga saat masih kuncup. Terdiri dari beberapa daun kelopak(sepala) yang dapat berlekatan satu sama lain atau terpisah-pisah.
b.      Tajuk bunga atau mahkota bunga (corolla)
Bagian hiasan bunga yang terdapat pada lingkaran dalam, biasanya tidak berwarna hijau lagi. Warna bagian inilah yang lazimnya merupakan warna bunga. Terdiri dari sejumlah daun mahkota bunga (petala), dapat berlekatan atau tidak.
4.      Alat-alat kelamin jantan (androecium)
Bagian ini merupakan metamorfosis daun yang emnghasilkan serbuk sari. Terdiri atas sejumlah benang sari (stamen). Benang-benang sari dapat berlekatan atau tidak, dapat tersusun dalam satu atau dua lingkaran. Benang sari yang masih berbentuk lembaran menyerupai daun mahkota. Tiap-tiap stamen terdiri dari: kepala sari (anthera), tangkai sari (filamentum), serbuk sari (pollen), dan kantung serbuk sari (pollen sac).


5.      Alat-alat kelamin betina (gynaecium)
Bagian bunga yang biasa disebut putik (pistillum). Terdiri atas metamorfosis daun yang disebut daun buah (carpella). Pada bunga dapat ditemukan satu atau lebih putik, dan setiap putik dapat terdiri dari satu atau lebih daun buah. Setiap putik tersusun dari: bakal buah (ovarium) yang dibungkus oleh daun buah (carpellum), tangkai putik (stylus), dan kepala putik (stigma).
Bunga yang tidak memililki hiasan bunga (kelopak dan mahkota bunga) disebut bunga telanjang (flos nudus). Bunga tidak dapat dibedakan dari hiasan bunganya, karena baik bentuk maupun warnanya sama. Hiasan bunga yang demikian sifatnya dinamakan tenda bunga (perigonium), yang terdiri atas sejumlah daun tenda bunga (tepala).
Berdasarkan bagian-bagian yang terdapat pada bunga, maka bunga dikelompokkan menjadi:
1.      Bunga lengkap (flos completus)
Apabila bunga memiliki bagian-bagian bunga seperti kelopak bunga, mahkota bunga, putik, dan benang sari. Contohnya: kembang sepatu.
2.      Bunga tidak lengkap (flos incompletus)
Apabiala bunga tidak memiliki salah satu bagian bunga lengkap.
Berdasarkan alat-alat kelamin yang terdapat pada masing-masing bunga, maka bunga dikelompokkan menjadi:
1.      Bunga sempurna
Bunga yang selain memiliki perhiasan bungam juga memiliki alat kelamin yang lengkap, yaitu putik dan benang sari. Dengan kata lin, bunga sempurna merupakan bunga lengkap.
2.      Bunga tidak sempurna
Apabila memiliki semua bagian hiasan bunga tetapi hanya memiliki salah satu alat kelamin, dinamakan berkelamin tunggal.


Berdasarkan simetrinya, bentuk kelopak bunga dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu:
1.      Beraturan atau aktinomorf (regularis, actinomorphus).
Jika kelopak dengan beberapa cara dapat dibagi menjadi dua bagian yang setangkup. Kelopak yang beraturan meliputi bentuk: bintang, tabung, terompet, mangkuk, piala, corong, lonceng, dan lain-lain.
2.      Setangkup tunggal atau zimogorf (zygomorphus)
Kelopak yang bersifat demikian antara lain:
a.       Bertaji (calcaratus), misalnya pada bunga pacar air.
b.      Berbibir (labiatus), yaitu kelopak yang bagian bawahnya berlekatan berbentuk tabung, bagian atasnya berbelah dua seperti bibir atas dan bawah, misalnya pada bunga salvia.
Berdasarkan simetrinya, tajuk bunga atau mahkota bunga dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu:
1.      Beraturan (regularis)
Bila mahkota bunga dapat dibagi menjadi dua bagian yang setangkup dengan beberapa cara. Bentuk ini juga disebut polisimetris atau bersimetri banyak. Mahkota bunga yang beraturan meliputi bentuk bintang, tabung, terompet, mangkuk, corong, lonceng.
2.      Setangkup tunggal, bersimetri satu atau monosimetris (zigomorphus)
Mahkota bunga hanya dapat dibagi menjadi dua bagian yang setangkup dengan satu cara saja. Terdiri dari bentu bertaji, berbibir, kupu-kupu, bertopeng, pita.

1.2.       Tujuan Praktikum
1.2.1.      Tujuan Umum
1.      Mengenal berbagai jenis tumbuhan.
2.      Mendeskripsikan secara morfologis, berbagai jenis tumbuhan yang di jumpai.
3.      Mampu mengkomunikasikan hasil pengamatan yang dilakukan, baik secara lisan maupun tulisan dengan membuat makalah.

1.2.2.      Tujuan Khusus
Mengenal dan menentukan ciri-ciri/karakter morfologi bebagai jenis bunga.

BAB II
METODE PRAKTIKUM

2.1.      Alat dan Bahan yang Digunakan
1.      Alat yang digunakan:
a.       Pensil;
b.      Ballpoint;
c.       Penghapus.
2.      Bahan yang digunakan:
Bunga dari 3 jenis tumbuhan:
a.       Kembang sepatu;
b.      Bunga alamanda;
c.       Bunga lili.

2.2.      Prosedur Praktikum
Mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 orang. Setiap kelompok mengamati dan menggambar bentuk bunga dari 3 jenis tumbuhan yang diberikan. Pengamatan meliputi:
a.       Kelengkapan bagian-bagian bunga (kelopak bunga, mahkota bunga, putik, benang sari dan tangkai bunga);
b.      Bentuk kelopak bunga (bintang, tabung, corong, lonceng, terompet, mangkuk);
c.       Bentuk mahkota bunga (bintang, mangkuk, terompet, corong, lonceng).

d.       
BAB III
HASIL PRAKTIKUM

3.1.      Tabel Hasil Praktikum
Nama Tumbuhan
Gambar Bunga
Keterangan
Kembang Sepatu
a.       Bagian-bagian bunga:
        Kelopak bunga;
        Mahkota bunga;
        Putik;
        Benang sari;
        Tangkai bunga.
b.      Bentuk kelopak bunga:
Bentuk tabung (tubolosus).
c.       Bentuk mahkota bunga:
Bentuk lonceng (campanulatus).
Alamanda
a.       Bagian-bagian bunga:
        Kelopak bunga
        Mahkota bunga;
        Putik;
        Benang sari;
        Tangkai bunga.
b.      Bentuk kelopak bunga:
Bentuk bintang (rotatus)
c.       Bentuk mahkota bunga:
Bentuk corong
(infundibuliformis).
Lili
a.       Bagian-bagian bunga:
        Mahkota bunga;
        Putik;
        Benang sari;
        Tangkai bunga.
b.      Bentuk kelopak bunga:
Tidak mempunyai kelopak bunga.
c.       Bentuk mahkota bunga:
Bentuk terompet
(hypocrateriformis).



BAB IV
PEMBAHASAN

4.1.   Kembang Sepatu

Nama umum
Indonesia        :  Kembang Sepatu
Pilipina            :  Gumamela

Klasifikasi
Kingdom         :  Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    :  Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi    :  Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi               :  Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               :  Magnoliopsida (Berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas        :  Dilleniidae
Ordo                :  Malvales
Famili              :  Malvaceae (Suku kapas-kapasan)
Genus              :  Hibiscus
Spesies            :  Hibiscus rosa-sinensis L.

Morfologi kembang sepatu :
Hibitus            :  Perdu, tahunan, tegak, tinggi ± 3 m.
Batang             :  Bulat, berkayu, keras, diameter ± 9 cm, masih muda ungu setelah tua putih kotor.
Daun               :  Tunggal, tepi beringgit, ujung runcing, pangkal tumpul,panjang 10-16 cm, lebar 5-11 cm, hijau muda, hijau tua.
Bunga              :  Tunggal, bentuk terompet, di ketiak daun, kelopak bentuk tabung, berbagi lima, hijau kekuningan, mahkota bentuk lonceng terdiri dari lima belas sampai dua puluh daun mahkota, merah muda, benang sari banyak, tangkai sari merah, kepala sari kuning, putik bentuk tabung, merah. Tangkai putik berbentuk silinder panjang dikelilingi tangkai sari berbentuk oval yang bertaburan serbuk sari. Biji terdapat di dalam buah berbentuk kapsul berbilik lima.
Buah                :  Kecil, lonjong, diameter ± 4 mm, masih muda putih setelah tua coklat.
Biji                  :  Pipih, putih.
Akar                :  Tunggang, coklat muda.


4.2.   Bunga Alamanda
Nama umum
Indonesia        :  Alamanda
Inggris             :  Golden-trumpet, common allamanda
Pilipina            :  Kampanilya

Klasifikasi
Kingdom         :  Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    :  Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi    :  Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi               :  Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               :  Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas        :  Asteridae
Ordo                :  Gentianales
Famili              :  Apocynaceae
Genus              :  Allamanda
Spesies            :  Allamanda cathartica L.

Morfologi bunga alamanda :
Hibitus            :  Tumbuhan perdu, berumur panjang (perenial), tinggi bisa mencapai ± 4 m.
Batang             :  Batang berkayu, silindris, terkulai, warna hijau, permukaan halus, percabangan monopodial, arah cabang terkulai.
Daun               :  Daun tunggal, bertangkai pendek, tersusun berhadapan (folia oposita), warna hijau, bentuk jorong, panjang 5 - 15 cm, lebar 2 - 5 cm, helaian daun tebal, ujung dan pangkal meruncing (acuminatus), tepi rata, permukaan atas dan bawah halus, bergetah.
Bunga              :  Bunga majemuk tak terbatas (inflorescentiaracemosa), dengan bentuk bunga malai rata (corymbus ramosus), bentuk tandan (racemus), muncul di ketiak daun dan ujung batang. Bunga ini memiliki kelopak bunga yang berbentuk bintang (rotatus) dan mahkota bunga yang terletak sejajar dan berurutan sehingga disebut kelopak tenggelam. Mahkota bunga ini berjumlah lima buah yang memiliki toreh berbagi, satu sama lain masih berlekatan dan dilengkapi dengan benang sari dan putik. Panjang tangkai putik lebih pendek dari pada tangkai sari. Benang sari melekat pada helaian mahkota. Mahkota berbentuk corong (infundibuliformis) - berwarna kuning, panjang mahkota 8 - 12 mm, daun mahkota berlekatan (gamopetalus).
Buah                :  Kotak (capsula), bulat, panjang ±1,5 cm
Biji                  :  Bentuk dengan biji segitiga, berwarna hijau pucat saat muda - setelah tua menjadi hitam
Akar                :  Akar tunggang.


4.3.   Bunga Lili
Nama umum
Indonesia        :  Bunga Lili
Inggris             :  Lily
Cina                 :  Bai he

Klasifikasi
Kingdom         :  Plantae (Tumbuhan
Subkingdom    :  Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi    :  Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi               :  Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               :  Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas        :  Liliidae
Ordo                :  Liliales
Famili              :  Liliaceae (suku bawang-bawangan)
Genus              :  Lilium
Spesies            :  Lilium brownii F. E. Brown

Morfologi bunga lili :
Hibitus            :  Mampu hidup dan menyesuaikan diri dengan habitat disekitarnya, di hutan, pegunungan, rerumputan dan bahkan rawa. Tangkainya yang kokoh tumbuh dari umbi.
Batang             :  Batang berbentuk bulat, tegak, dan tidak bercabang, mempunyai ketinggian antara 0,5 – 1,25 m
Daun               :  Bentuk daun panjang, ujung meruncing, pada penampang melintang pipih dan panjang, tulang daun sejajar atau bertulang lurus, memiliki satu tulang di tengah yang besar yang membujur daun (monokotiledon), tepi daun rata, daging daun berdaging (carnosus), yaitu tebal dan berair, warna daun hijau, permukaan daun rata(licin), bagian atas lebih mengkilap dari pada  di bawah. Daun menjorong sempit sampai lebar, semi-tegak, dan  margin mengutuh.
Bunga              :  Majemuk, di ketiak daun (aksilar), bunga sempurna, ibu tangkai silindris, panjang 50-100 cm. Termasuk tumbuhan berbunga banyak (planta multiflora), dalam satu tanaman terdapat banyak bunga. Termasuk bunga tidak lengkap karena tidak terdapat kelopak. Bunga seperti payungan dengan 10—50 bunga, tangkai bunga panjang, memiliki enam mahkota bunga yang lebar dan berbentuk terompet. Jumlah benang sari 6 menempel di pangkal dalam dua lingkaran dengan bentuk menjulur langsing. Perlekatan benang sari dengan tangkai sari bergoyang (versatilis), dnan memiliki satu buah putik.
Umbi               :  Umbi seperti umbi lapis pada bawang (liliceae) dan hidupnya menjalar di bawah tanah. Terna yang bervariasi tingginya dengan umbi lapis, pada umbinya banyak tunas kuncup muncul.


BAB V
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan tentang morfologi bunga pada tumbuhan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.      Kembang Sepatu
Bunga kembang sepatu merupakan bunga lengkap dan bunga sempurna karena memiliki kelopak bunga, mahkota bunga, putik, benang sari, dan tangkai bunga. Bentuk kelopak bunganya adalah berbentuk tabung (tubolosus), dan bentuk mahkota bunganya adalah lonceng (campanulatus).
2.      Bunga Alamanda
Bunga alamanda merupakan bunga lengkap dan bunga sempurna karena memiliki kelopak bunga, mahkota bunga, putik, benang sari, dan tangkai bunga. Bentuk kelopak bunganya adalah berbentuk bintang (rotatus), dan bentuk mahkota bunganya adalah lonceng (campanulatus).Sedangkan bentuk mahkota bunganya adalah bentuk bentuk corong (infundibuliformis).
3.      Bunga Lili
Bunga lili merupakan bunga tidak lengkap karena tidak memiliki kelopak bunga. Namun merupakan bunga sempurna karena memiliki benang sari dan putik. Bentuk kelopak bunganya adalah bentuk terompet (hypocrateriformis).



DAFTAR PUSTAKA

Erna Cahyaningsih, S.Si, Apt., dkk. 2012. Penuntun Praktikum Morfologi dan Fisiologi Tumbuhan. Denpasar, Akademi Farmasi Saraswati denpasar.
Internet: Informasi Spesies Bunga Lili. Available at www.google.int/agr, 23 – 10 – 2012.
Internet: Informasi Spesies Kembang Sepatu. Available at www.google.int/agr, 23– 10 – 2012.
Internet: Morfologi Bunga Lili oleh Lely Chusna. Available at www.google.int/agr, 23 – 10 – 2012.
Internet: Informasi Spesies Bunga Alamanda. Available at www.google.int/agr, 23 – 10 – 2012.
Internet: Morfologi Bunga Sepatu oleh Lely Chusna. Available at www.google.int/agr, 23 – 10 – 2012.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar